29.8 C
Jakarta
Jumat, Februari 3, 2023

Jarang yang Tahu, AC Mobil Bisa Rusak saat Musim Hujan

Kepala Bengkel dan Supervisor Bengkel AC Mobil Premium 99, M. Gunawan menjelaskan, ada beberapa komponen AC yang perlu diperhatikan ketika memasuki musim hujan.
“Komponen yang perlu diperhatikan itu kondensor dan evaporator. Kondensor ini kan sering terkena cipratan air hujan atau terkena lumpur. Sebaiknya itu sering di cek berkala,” ungkapnya saat dihubungi kumparan belum lama ini.
Kondensor adalah salah satu komponen AC mobil yang terbuat dari beberapa lembaran timah yang diberi kertas parafin dan digulung secara ketat sehingga membentuk silinder berukuran kecil. Letaknya berada di bagian depan radiator mobil.
Komponen ini berfungsi menurunkan temperatur air pendingin dan mengubah gas freon menjadi cair saat terjadi kondensasi. Tentunya, lumpur, pasir atau debu yang menempel bisa mengurangi kinerja kondensor.
“Kondensornya nanti akan panas dan enggak bekerja maksimal pendinginannya. Makanya harus di cek berkala dan dibersihkan di bengkel AC kalau sudah menumpuk,” jelasnya.
Lendir juga bisa terbentuk di evaporator. Ini dikarenakan musim hujan merupakan situasi yang tepat untuk berkembangnya jamur atau lumut.
“Spora-spora biasanya lebih nempel nih (di evaporator) ditambah udara lembab. Ketika lembab, evaporator basah, debu spora akan berkembang dan itulah menyebabkan berlendir,” kata prima ramah ini.
Evaporator berfungsi untuk menyerap udara panas di dalam kabin dan mengubahnya menjadi udara dingin. Tentu, timbulnya lendir akan membuat kinerja pendinginan AC tidak jadi optimal.
Bila dibiarkan terlalu lama, evaporator bisa mengalami korosi atau karat. Paling parah, komponen ini bisa keropos dan bocor.
“Lendir ini kan sifatnya kurang bagus ya untuk komponen metal. Dia bisa mengikis pelan-pelan. Makanya perlu dilakukan pengecekan dan pembersihan secara berkala apalagi di musim hujan,” urainya.
Untuk itu, Gunawan menyarankan pemilik melakukan cuci AC minimal tiga bulan sekali, dan melakukan servis besar minimal satu tahun sekali.
“Paling lambatnya enam bulan. Kalau mobil sering dipakai setiap 10 ribu kilometer harus dilakukan. Supaya, AC-nya tuh nggak hanya dibersihin tapi sehat,” pungkasnya.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles