31.5 C
Jakarta
Jumat, Desember 2, 2022

Jajaki Akuisisi Bandara Komodo, AP I Bidik Kelola 18 Bandara Tahun Depan

PT Angkasa Pura I (AP I) sedang menjajaki peluang kerja sama dengan beberapa mitra strategis untuk mengakuisisi Bandara Komodo, Labuan Bajo. Dengan demikian ada tambahan 3 bandara di bawah naungan AP I.
Direktur Utama AP I, Faik Fahmi, mengatakan Perseroan sudah mengajukan surat permintaan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk bisa mengelola Bandara Komodo.
“Ini menjadi penting karena Labuan Bajo menjadi destinasi super prioritas, dipastikan juga kalau bandara bisa mensupport peningkatan jumlah pariwisata yang di Labuan Bajo,” ujarnya saat Rumpi BUMN, Senin (7/11).
Faik melanjutkan, selain mengajukan diri kepada Kemenhub, AP I sedang dalam tahap mencari mitra strategis atau investor untuk bersama-sama mengelola Bandara Komodo. Salah satunya adalah PT Astra Infrastruktur.
“Tetapi strategic partner-nya siapa, kita masih dalam tahap penjajakan, belum final. Termasuk dengan Astra Infrastruktur kita sudah diskusi, tetapi juga ada opsi lain, dari strategi partner internasional. Jadi belum final,” ungkapnya.
Bos AP I menambahkan pihaknya juga akan terus berkomunikasi dengan lebih intens dengan Kemenhub mengenai rencana akuisisi ini. Dia pun belum bisa menargetkan kapan tahapan ini bisa rampung, namun diusahakan sesegera mungkin.
Adapun sejauh ini, Bandara Komodo dikelola oleh Konsorsium PT Cardig Aero Services (CAS) Tbk, Changi Airports Services International Pte Ltd (CAI) dan Changi Airports MENA Ltd. Konsorsium ini merupakan pemenang skema Kerja sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) asing pertama, setelah mengalahkan dua konsorsium lainnya.
Faik menambahkan, AP I pun belum bisa memproyeksi kebutuhan anggaran untuk memperluas dan beautifikasi Bandara Komodo. Namun terakhir, Kemenhub sudah menambah runway sepanjang 100 meter agar pesawat besar (wide body) bisa mendarat.
“Mereka sudah mengeluarkan sekitar Rp 100 miliar untuk perluasan runway, termasuk juga bautifikasi terminal. Nanti tugas kita menambah satu lagi agar lebih luas dan bagus. Butuhnya berapa nanti dari sisi diskusi kita dengan Kemenhub,” tuturnya.
Adapun sejauh ini, AP I sudah mengelola total 15 bandara yang tersebar di Indonesia. Beberapa di antaranya yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Djuanda Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Faik menargetkan, selain Bandara Komodo yang masih dalam tahap penjajakan, AP I juga baru saja menambah dua bandara lain yaitu Bandara Hang Nadim Batam dan Bandara Kediri. Sehingga total ada 18 bandara beroperasi di bawah AP I.
Dia menambahkan, Bandara Kediri yang 100 persen dibiayai oleh swasta murni, yaitu Gudang Garam akan mulai beroperasi di akhir tahun 2023. Sementara Bandara Hang Nadim adalah konsorsium AP I dengan Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
“Mudah-mudahan sih, kalau ada tambahan Labuan Bajo, terus Kediri, Hang Nadim Batam, totalnya 18 bandara,” pungkasnya.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles