32.8 C
Jakarta
Kamis, Desember 1, 2022

Israel Tembak Mati Remaja Palestina saat Berangkat ke Sekolah

Pasukan Israel menembak mati seorang remaja Palestina, Mahmoud al-Saadi, saat dia sedang berangkat ke sekolah di Kota Jenin di Tepi Barat yang diduduki pada Senin (21/11).
Anak laki-laki berusia 18 tahun tersebut merupakan murid Sekolah Menengah Farhat Hashad Boys di Kota Jenin. Saksi mengatakan, dia dibunuh saat berdiri di jalan menuju ruang kelas. Kementerian Pendidikan Palestina mengungkap duka atas kematian Mahmoud.
Mahmoud ditembak di perut. Selama penggerebekan itu, empat warga Palestina lainnya mengalami cedera usai ditembak pasukan Israel.
“Dia sedang menuju keluar dari kamp. Dia dikejutkan oleh tentara, dan tentara menembaknya beberapa saat sebelum mereka keluar [dari kamp],” terang wartawan lokal dan kerabat jauh Mahmoud, Mujahed al-Saadi, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (22/11).
Puluhan kendaraan lapis baja Israel menggerebek kamp pengungsi di Kota Jenin pada Senin (21/11) pukul 8 pagi waktu setempat.
Penggerebekan tersebut memakan waktu sekitar satu jam. Para tentara mengepung rumah seorang pria Palestina, Rateb al-Bali.
Keluarganya—termasuk anak-anak dan perempuan hamil—sedang berada dalam rumah tersebut ketika mereka diserang dengan peluru dan granat Energa. Al-Bali akhirnya keluar dari rumah tanpa cedera.
Dia menyerahkan dirinya kepada tentara Israel. Tetapi, pasukan Israel mengaku telah melepaskan tembakan balasan selama operasi untuk menangkap sembilan buronan Palestina itu.
“Selama kegiatan, tembakan dilepaskan, dan serangan dilemparkan ke pasukan di daerah tersebut, para pejuang menembak tersangka yang menembak mereka,” tulis pernyataan tentara Israel.
Kementerian Luar Negeri Palestina menggambarkan pembunuhan tersebut sebagai eksekusi kilat dan kejahatan keji.
Pihaknya kemudian menyerukan kepada komunitas internasional agar memberikan perlindungan bagi rakyat mereka.
“Ini bagian dari rangkaian pembunuhan harian terhadap rakyat kami, dengan perlindungan dan persetujuan di tingkat politik Israel,” tegas Kemlu Palestina.
“Pemerintah Israel sepenuhnya dan langsung bertanggung jawab atas kejahatan ini,” lanjutnya.
Pasukan Israel telah menggencarkan penggerebekan, penangkapan, dan pembunuhan hampir setiap harinya di Kota Jenin dan Kota Nablus. Mujahed menggarisbawahi, Mahmoud pun ditembak di jalan yang berdekatan dengan lokasi kematian Shireen Abu Akleh.
Jurnalis Al Jazeera itu ditembak mati saat meliput serangan tentara Israel di kamp pengungsi di Kota Jenin pada 11 Mei. Mujahed hanya berada beberapa meter dari tempat Abu Akleh dibunuh.
Selama beberapa dekade, Israel konsisten menyerang kota-kota dan desa-desa Palestina. Rentetan serangan itu sering kali menyebabkan korban jiwa maupun terluka dari warga sipil yang tidak bersenjata.
Tahun ini bahkan menandai jumlah tertinggi korban jiwa di tangan pasukan Israel di Tepi Barat sejak 2006. Sejak awal 2022, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 199 warga Palestina.
Angka tersebut termasuk 47 anak-anak yang tewas di Tepi Barat, Yerusalem Timur yang diduduki, dan Jalur Gaza. Hampir 8.900 lainnya terluka di Tepi Barat sepanjang tahun ini hingga 7 November.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles