25 C
Jakarta
Jumat, Februari 3, 2023

Ini Strategi DANA Indonesia Hadapi Ancaman Resesi Ekonomi di Tahun Ini

Platform pembayaran dan dompet digital DANA Indonesia mempersiapkan sederet strategi untuk menghadapi kondisi perlambatan ekonomi bahkan ancaman resesi global di tahun 2023 ini.
CEO & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, menjelaskan prospek bisnis perusahaan di tahun ini akan lebih banyak berkonsentrasi tidak hanya untuk mengembangkan dompet digital, tapi juga berbagai inovasi layanan keuangan.
“Jadi kalau resesi justru tahun di mana DANA akan membantu keuangan teman-teman di kehidupan sehari-hari, membantu me-manage, investasi, membantu layanan kredit, itu semua akan kita lakukan di tahun 2023,” ujarnya saat media gathering, Rabu (25/1).
Vince melanjutkan, perusahaan juga akan memanfaatkan penetrasi pengguna DANA Indonesia yang tidak hanya terpusat di pulau Jawa, melainkan sudah melebar ke luar Jawa hingga ke daerah-daerah pelosok.
Hal tersebut terlihat dari hampir 40 persen pengguna DANA Indonesia berada di luar Jawa di akhir tahun 2022 ini. Menurut dia, pencapaian ini sesuai dengan visi perusahaan meningkatkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat.
Meski begitu, dia tidak membeberkan secara detail apa saja target pencapaian DANA Indonesia di tahun ini. Namun, dia memastikan pertumbuhan pengguna dan jumlah transaksi selalu meningkat dari tahun ke tahun.
“Kita juga melihat bahwa perkembangan kita tidak hanya karena produk-produk makin banyak, service-nya juga makin banyak, tapi kita lihat perkembangan adopsi dari masyarakat itu makin cepat, itu juga kenapa target kita di tahun ini kita juga pasti melampaui,” tutur Vince.
Vince menambahkan, pengguna smartphone di Indonesia sudah mencapai lebih dari 350 juta sehingga terdapat potensi perkembangan pengguna DANA Indonesia hingga 3 kali lipat di waktu mendatang.
Adapun DANA Indonesia mencatatkan kenaikan pengguna terdaftar atau registered user mencapai 42 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 135 juta pengguna di akhir tahun 2022. Selain itu, pertumbuhan transaksi juga sangat pesat mencapai 250 persen di tahun yang sama.
“Untuk ke depannya, tahun ini dan tahun depan, kita akan menargetkan lebih lagi, kalau dilihat dari beberapa minggu terakhir di Januari saja itu pertumbuhannya sangat pesat,” ungkap Vince.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles