29.6 C
Jakarta
Kamis, Desember 1, 2022

Hari Suez 17 November dan Sejarah Singkat Terusan Suez

Tahukah kalian bahwa Hari Suez jatuh pada tanggal 17 November? Pada 17 November 1869 Terusan Suez secara resmi dibuka. Terusan Suez terletak di Semenanjung Sinai, Mesir. Terusan ini memungkinkan transportasi air dari Eropa ke Asia tanpa mengelilingi Afrika. Siapa orang yang memprakarsai Terusan Suez dan apa manfaat Terusan ini? Simak jawabannya dalam artikel ini.
Dikutip dari buku Mudah Belajar Bahasa Inggris Lewat Teks Terjemahan oleh Basri (2020), Terusan Suez diprakarsai oleh seorang insinyur Prancis yang bernama Ferdinand Marie Vicomte de Lesseps. Kanal ini terletak di Mesir dan memiliki panjang sekitar 163 kilometer. Terusan Suez menghubungkan Port Said di Laut Tengah dengan Suez di Laut Merah.
Terusan ini terletak di tempat yang sangat strategis bagi jalur perdagangan Eropa-Asia karena dengan melewati Terusan ini maka tidak perlu mengelilingi Afrika. Karena hal ini, Terusan Suez mendapatkan perhatian serius dari beberapa negara seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Israel. Pada masa Perang Dunia I Terusan Suez berada dalam kekuasaan Inggris, diserang oleh pasukan Jerman dan Turki. Posisi Terusan ini yang strategis membuat Terusan Suez menjadi objek rebutan banyak pihak.
Pada masa pemerintahan Gamal Abdul Nasser, Terusan Suez dinasionalisasi pihak Mesir pada tanggal 26 Juli 1956. Peristiwa tersebut memicu terjadinya krisis Suez karena Prancis tidak terima Terusan Suez dikuasai oleh Mesir. Hal ini menyebabkan pecahnya serangan gabungan dari Israel, Inggris, dan Prancis di Mesir. Perseteruan tersebut bisa berakhir relatif cepat karena adanya intervensi dari PBB, Amerika Serikat, dan Uni Soviet.
Perang Enam Hari membuat Israel kembali menguasai Terusan Suez pada 9 Juni 1967. Terusan tersebut akhirnya tertutup untuk pengiriman dari Mesir. Israel kemudian mendirikan garis pertahanan dan menguasai Semenanjung Sinai. Pada Perang Yom Kippur tanggal 6 Oktober 1973, Terusan Suez berhasil dikuasai kembali oleh Mesir. Tetapi, Israel berhasil mengalahkan Mesir pada serangan balasan tanggal 16 Oktober 1973. Pada akhir Perang Yom Kippur, meskipun Mesir kalah perang namun menang secara diplomatik sehingga seluruh saluran Suez dan Semanajung Sinai kembali berada dalam kekuasaan Mesir. Terusan Suez sempat ditutup namun pada akhirnya kembali dibuka pada tahun 1975.
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayaran Internasional.
Dengan melewati Terusan Suez maka jarak Asia ke Eropa dan sebaliknya bisa ditempuh dengan jarak dan waktu lebih singkat.
Manfaat Terusan Suez selanjutnya adalah memajukan sektor perdagangan internasional.
Terusan Suez membuat Mesir menjadi negara yang memiliki kedudukan geopolitik kuat di mata Internasional.
Manfaat berikutnya adalah Mesir memperoleh pendapatan negara yang besar dari operasional Terusan Suez.
Itulah sejarah singkat Terusan Suez dan manfaatnya bagi Mesir dan perdagangan internasional. (KRIS)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles