25 C
Jakarta
Jumat, Februari 3, 2023

Hadiri Festival Kampus Merdeka, Nadiem Apresiasi Program Kampus Mengajar

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menghadiri secara langsung pelaksanaan Festival Kampus Merdeka yang diadakan di Bali, Senin (14/11) pekan lalu.
Pada kegiatan tersebut, Nadiem memaparkan keberhasilan berbagai program di bawah kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), salah satunya program Kampus Mengajar.
“Melalui program Kampus Mengajar, kami sudah mengirim 70.000 mahasiswa untuk mengabdi selama satu semester di sekolah yang nilai Asesmen Nasional (AN)-nya rendah. Ini merupakan salah satu program yang sangat inspiratif, baik bagi saya maupun bagi para mahasiswa pesertanya,” ujar Nadiem membuka paparannya tentang program Kampus Mengajar.
Ia mendengar banyak mahasiswa yang berubah perspektifnya mengenai Indonesia setelah mengikuti program ini. Hal tersebut merupakan sesuatu yang belum tentu bisa ditemukan pada kegiatan yang lain.
“Saya mendengar cerita tentang mahasiswa alumni program Kampus Mengajar berhasil membantu tiga orang anak yang awalnya buta huruf, kemudian bisa membaca. Ini adalah hal luar biasa yang tentu saja menjadi kepuasan tersendiri bagi para peserta ketika mampu berdampak bagi anak kecil di daerah yang dapat mengubah hidupnya,” ujarnya.
Program Kampus Mengajar sudah berhasil mengirimkan pesertanya ke lebih dari 15.000 sekolah sasaran yang terdiri dari SD dan SMP untuk berkolaborasi dan menjadi mitra guru serta tenaga kependidikan dalam merancang strategi pembelajaran yang menyenangkan dan efektif khususnya dalam aspek peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
Nadiem juga menambahkan setiap program di bawah kebijakan MBKM memiliki nilai-nilai kebaikan yang berbeda, tergantung dengan minat dan kemauan dari para mahasiswa Indonesia.
Pada saat mahasiswa memutuskan keluar zona nyaman dan melewati batasan pembelajaran di dalam kelas perkuliahan masing-masing, kemudian melihat budaya yang berbeda dan kondisi ekonomi serta pendidikan yang berbeda, maka hal tersebut akan menjadi katalisator bagi mereka untuk kembali merefleksikan peran serta kontribusi yang bisa mahasiswa ambil dan berikan bagi bangsa.
“Jiwa dan  kebaktian sosial yang ada di dalam hati kita akan sulit terbangun jika kita tidak melihat peran apa yang bisa kita ambil untuk negara ini. Program Kampus Mengajar merupakan salah satu platform yang paling efektif untuk membangkitkan jiwa sosial anak muda kita,” ucap Nadiem.
Selain meningkatkan jiwa sosial dari para mahasiswa, program Kampus Mengajar juga sudah berhasil memberikan dampak nyata dalam mengakselerasi peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di sekolah sasaran.
Melalui pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Kelas, diketahui pembelajaran selama tiga bulan melalui program Kampus Mengajar Angkatan 3 setara dengan pembelajaran selama 3,6 bulan untuk literasi di SD dan 4,2 bulan untuk literasi di SMP.
Sementara itu, dalam aspek peningkatan kemampuan numerasi, tiga bulan penugasan Kampus Mengajar setara dengan 14, 8 bulan pembelajaran di SD dan 10,8 bulan pembelajaran di SMP.
“Program Kampus Mengajar bertujuan untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran akibat learning loss. Jadi ada dua luaran program ini, yaitu mahasiswa mendapatkan pengalaman kepemimpinan dan jiwa sosialnya meningkat, serta membantu menutupi learning loss akibat pandemi di mana kita melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujar Nadiem.
Saat ini, pelaksanaan Kampus Mengajar sedang memasuki tahap pembukaan pendaftaran untuk angkatan kelima. Pendaftaran ini dibuka sejak 1 November hingga 27 November mendatang. Program ini membuka kesempatan bagi 18.000 mahasiswa untuk terjun langsung membawa dampak perubahan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles