31.7 C
Jakarta
Minggu, November 27, 2022

Gunung Kerinci Erupsi, PVMBG Minta Pesawat Cari Rute Penerbangan Lain

Aktivitas vulkanik di Gunung Kerinci dilaporkan naik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut, hal itu ditandai dengan erupsi berupa kolom abu setinggi 300 meter di atas puncak gunung api tersebut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Kerinci, Irwan Safwan, mengatakan erupsi itu terjadi hari ini pukul 17:58 WIB. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 2 mm dan durasi 180 detik,” kata Irwan dikutip dari Antara, Jumat (28/10).
Oleh karena itu, PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung dan wisatawan yang berada di sekitar Gunung Kerinci untuk tidak mendekat dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Selain itu, PVMBG juga merekomendasikan agar jalur penerbangan bisa mencari rute perjalanan lain. Sebab, sewaktu-waktu Gunung Kerinci masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan.
Erupsi yang terjadi hari ini adalah merupakan erupsi kedua kali yang terjadi sepanjang tahun 2022. Pada 20 Oktober lalu, Gunung Kerinci tercatat mengalami erupsi yang melontarkan kolom abu setinggi lebih kurang 750 meter dari atas puncak gunung api tersebut.
Adapun erupsi sebelumnya terjadi tiga tahun lalu pada 31 Juli 2019. Saat itu, Gunung Kerinci melontarkan kolom abu berwarna kelabu setinggi lebih kurang 800 meter yang mengarah ke timur laut dan timur.
Gunung api yang terletak di perbatasan Kabupaten Kerinci, Jambi dan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, saat ini masih berstatus Level II atau siaga, terhitung sejak 9 September 2007.
PVMBG menyatakan gunung api yang berbentuk strato vulkano itu mempunyai karakter letusan bersifat eksplosif yang diselingi dengan adanya aliran-aliran lava. Data geologi umumnya didominasi oleh aliran-aliran lava.
Karakter letusan Gunung Kerinci adalah letusan bertipe vulkano lemah yang hanya mengeluarkan material abu letusan, tidak ada data aliran lava yang tercatat sebagaimana tertera dalam sejarah letusannya.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles