32.8 C
Jakarta
Kamis, Desember 1, 2022

Geger soal Mayat ‘Hidup Kembali’ di Bogor, Ini Fakta-faktanya

Seorang warga Desa Rancabungur, Kabupaten Bogor, berinisial US (40) atau yang dikenal dengan nama Wenshi (Ws) Urip, dikabarkan hidup kembali setelah dinyatakan meninggal dunia.
Hal tersebut diketahui pihak keluarga setelah membuka peti, tiba-tiba tubuh US bergerak seperti sedang bernapas. Padahal saat itu pihak keluarga sudah menyiapkan upacara pemakaman pada Jumat (11/11).
US merupakan rohaniawan dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia. Sebelum dinyatakan meninggal, dia pergi melakukan kegiatan di Semarang.
Lalu seperti apa fakta yang sebenarnya?
Pihak RSUD Kota Bogor menjelaskan kondisi pasien berinisial US (40) yang dibawa ke rumah sakit usai dikabarkan meninggal dunia dan sudah dimasukkan ke dalam peti mati. Menurut pihak rumah sakit, kondisi pasien bukan meninggal dunia melainkan kekurangan oksigen.
“Jadi pasien itu datang dengan penurunan kesadaran dua hari lalu, Jumat. Sampai di rumah sakit, datang terus diperiksa dan dalam keadaan penurunan kesadaran, terus kita tangani kemudian kita rawat, itu saja. Jadi domain kami adalah domain rumah sakit, SOP,” kata Dirut RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir kepada wartawan di rumah duka, Selasa (15/11).
Chaidir mengatakan informasi pasien dinyatakan meninggal dunia, tersebut bukan dari pihaknya. RSUD Kota Bogor menyebut belum menerima surat bahwa pasien meninggal dunia. Hanya saja pihak RSUD menerima informasi kematian dari keluarga pasien.
“Mengenai kejadian sebelumnya (kematian), bagaimana keterangan dan lain sebagainya itu di luar sana, itu hanya informasi saja. Enggak tau, enggak jelas ya (kematiannya). Jadi tidak ada bukti, kita minta dari rujukan rumah sakit mana, tapi enggak ada rujukannya. Yang jelas keterangannya, pulang dari Semarang, terus katanya dikabarkan meninggal, kata keluarganya ya,” jelasnya.
Ilham mengatakan, pihak RSUD meminta keluarga untuk menunjukkan surat dari RS sebelumnya terkait surat kematian.
“Ya tentu kita minta data sebelumnya, ada enggak bukti surat kematiannya. Kan biasa kalau RS kalau sudah menyatakan kematian pasti ada surat-suratnya. Tapi ini kan enggak ada,” imbuh Ilham.
Ilham mengatakan, tidak ada fakta yang menunjukkan pasien meninggal dunia. Hanya ada keterangan bahwa di rumah sudah dalam kondisi di dalam peti mati.
“Jadi ibaratnya sampai ke situ dia masih hidup, artinya sampai rumah sakit diantar ambulans, tidak memakai peti. Enggak ada (fakta-fakta kematian), saya enggak dapat kan itu, lebih baik tanya sama yang bersangkutan, tanya ke pihak keluarganya,” jelasnya.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles