25 C
Jakarta
Jumat, Februari 3, 2023

Festival Bahari di HAJAT 772, Wali Kota Ternate Harap Ekonomi Bergeliat

Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman didampingi Sultan Hidayatullah Sjah bersama unsur Forkompimda resmi membuka Festival Bahari, Minggu (27/11).
Kegiatan yang merupakan rangkaian Hari Jadi Ternate (Hajat) ke 772 itu dilangsungkan di kawasan Landmark, tepat di depan kantor wali kota.
Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan tifa oleh Wali Kota M Tauhid Soleman, Sultan Hidayatullah Sjah, dan unsur Forkompimda Kota Ternate.
Kepala Dinas Pariwisata Ternate, Rustam P Mahli, menyampaikan Festival Bahari merupakan salah satu upaya Pemkot Ternate menyemarakan momentum Sail Indonesia 2022 di Tidore.
Selain itu, Festival Bahari juga merupakan salah satu rangkaian HAJAT ke-772 yang diharapkan dapat dijadikan sebagai momentum pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19.
Rustam dalam laporannya merinci, kegiatan pada festival ini di antaranya lomba perahu hias dengan jumlah peserta 48 perahu perikanan.
“Kemudian lomba dayung yang diikuti peserta di seluruh kecamatan maupun perwakilan dari Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Selatan,” terangnya.
Selain itu, ada bantuan sosial untuk kaum dhuafa dan pengelola tempat wisata. “Malamnya ada pentas seni dan budaya yang dipusatkan di Pelabuhan Ahmad Yani,” jelasnya.
Sultan Ternate Hidayatullah Sjah mengatakan, festival dengan giat parade perahu kora-kora ini merupakan ikon Ternate.
Oleh karena itu, festival kora-kora tidak hanya pada skala lokal. Tapi harus terus didorong agar gaungnya berskala Nasional.
Meskipun menguras energi maupun anggaran, tapi Hidayatullah berharap ke depan festival ini harus dapat memberi manfaat yang baik.
“Karena dengan perahu kora-kora ini mampu menguasai 72 pulau meskipun hanya dengan mendayung,” ujar sang sultan.
Ia meminta Pemkot Ternate bersama pemangku adat agar dapat mengembangkan budaya dan pariwisata dalam memajukan Ternate lebih baik lagi.
Wali Kota M. Tauhid Soleman, mengaku tetap berkomitmen mengembangkan festival kora-kora agar dapat dikenal secara Nasional, bahkan hingga Mancanegara.
“Kalau Kita laksanakan festival ini biasa saja, maka hasil yang didapat akan biasa saja. Ke depan tidak hanya Sail Tidore atau Sail Morotai, tapi juga ada Sail Ternate,” ucapnya.
Meski pelaksanaan Sail Indonesia di Tidore, tapi menurut Tauhid, Ternate sebagai gerbang masuk Maluku Utara ikut merasakan dampak ekonomi. “Karena para tamu Sail masuk melalui Ternate,” ujarnya.
Tauhid berharap kehadiran Sail Tidore dan HAJAT ke-7222 dapat memberi keuntungan besar bagi masyarakat Ternate, seiring kehadiran tamu dari luar.
“Kota Ternate tidak memiliki sumber daya alam, maka keuntungan yang didapat mulai transportasi, akomodasi, perhotelan, penginapan serta rumah makan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pariwisata sudah menjadi tren dalam pengembangan ekonomi. Olehnya itu, paradigma ekonomi akan diubah menjadi kreatif.
“Apabila ada kegiatan, maka harus ada pameran UMKM supaya masyarakat lebih bergeliat dalam mengembangkan ekonominya,” pungkas Tauhid. (PN)
Sansul Sardi

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles