FAA Menyelidiki Apakah Boeing 737 Max 9 Sesuai dengan Desain yang Disetujui

Administrasi Penerbangan Federal mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah membuka penyelidikan apakah Boeing gagal memastikan bahwa pesawat 737 Max 9 miliknya aman dan diproduksi sesuai dengan desain yang disetujui oleh badan tersebut.

FAA mengatakan penyelidikan tersebut bermula dari hilangnya panel badan pesawat Boeing 737 Max 9 yang dioperasikan oleh Alaska Airlines tak lama setelah lepas landas pada hari Jumat dari Portland, Oregon, meninggalkan lubang di sisi kabin penumpang. Pesawat kembali ke Portland untuk pendaratan darurat.

“Kejadian ini seharusnya tidak pernah terjadi, dan tidak boleh terjadi lagi,” kata badan tersebut.

Dalam suratnya kepada Boeing tertanggal Rabu, FAA mengatakan bahwa setelah insiden Portland, mereka diberitahu adanya masalah tambahan pada pesawat Max 9 lainnya. Surat itu tidak merinci masalah lain apa yang dilaporkan ke agensi tersebut. Alaska dan United Airlines, yang mengoperasikan sebagian besar Max 9 yang digunakan di Amerika Serikat, mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah menemukan perangkat keras yang longgar pada panel ketika melakukan inspeksi awal pada pesawat mereka.

Investigasi baru ini merupakan kemunduran terbaru bagi Boeing, yang merupakan salah satu dari hanya dua pemasok pesawat besar bagi sebagian besar maskapai penerbangan. Perusahaan telah berjuang untuk mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat setelah dua kecelakaan pesawat jet 737 Max 8, di Indonesia pada tahun 2018 dan Ethiopia pada tahun 2019, yang menewaskan total 346 orang.