30.9 C
Jakarta
Kamis, Februari 9, 2023

Diduga Tutupi Kasus Pencurian, Presiden Afsel Terancam Dimakzulkan

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa dihadapkan dengan ancaman pemakzulan. Hal tersebut muncul setelah Ramaphosa diduga menutupi kasus pencurian di pertanian miliknya pada 2020 lalu.
Saat pencurian terjadi ditemukan uang tunai sebesar USD 4 juta atau setara Rp 62.4 miliar. Penemuan uang tersebut yang jadi masalah besar. Sebab, Presiden Afsel dilarang memiliki uang tunai mata uang asing dalam jumlah besar.
Agar kasus pencurian tidak mencuat ke publik, Ramaphosa dituduh menculik dan menyuap para pencuri.
Atas kejadian tersebut panel independen dibentuk di Afsel. Panel independen itu mengeluarkan laporan yang menunjukkan bahwa Ramaphosa telah menyalahgunakan posisinya dan melanggar undang-undang antikorupsi.
Temuan yang membuat dugaan semakin kuat adalah uang yang ditemukan para pencuri itu diletakkan di bawah sofa, bukan di dalam brankas.
Panel menyebut permasalahan ini sangat serius. Temuan tersebut telah diserahkan ke parlemen untuk memutuskan proses pemakzulan terhadap Ramaphosa.
“Kami pikir Presiden memiliki kasus untuk menjawab asal-usul mata uang asing yang dicuri, serta transaksi yang mendasarinya,” kata panel independen tersebut seperti dikutip dari BBC.
‚ÄúPresiden menyalahgunakan posisinya sebagai kepala negara untuk menyelidiki masalah ini dan meminta bantuan Presiden Namibia untuk menangkap seorang tersangka.” tambah keterangan tersebut.
Ramaphosa membantah melakukan pelanggaran undang-undang antikorupsi. Ia berdalih uang yang ditemukan pencuri merupakan hasil penjualan kerbau, bukan hasil tindak pidana seperti korupsi.
Ramaphosa juga menolak dituduh menutupi pencurian tersebut.
“Saya tidak 'memburu' pelaku pencurian, seperti yang dituduhkan, saya juga tidak memberikan instruksi apa pun agar ini terjadi,” kata dia dalam pertanyaannya kepada panel independen.
Skandal yang dikenal sebagai farmgate ini mencuat kurang dari sebulan setelah Ramaphosa menggelar konferensi soal pencalonan diri untuk masa jabatan kedua dengan partainya Kongres Nasional Afrika (ANC), pada pemilihan 2024 mendatang. Merespons kasus ini, ANC menyatakan akan membicarakan isu tersebut dalam pertemuan internal pada Senin (1/12).
Secara historis, skandal terungkap pada Juni lalu setelah keterangan mantan pemimpin mata-mata Afrika Selatan Arthur Fraser. Dia mengatakan bahwa Ramaphosa dengan sengaja menutupi pencurian dari pertanian Phala Phala yang berlokasi di timur laut negara tersebut.
Fraser yang memiliki hubungan dekat degan mantan Presiden Jacob Zuma menduga uang, tersebut merupakan hasil pencucian uang dan korupsi. Untuk itulah, Ramaphosa melakukan menyuap para pelaku.
Di dalam hukum yang berlaku di Afrika Selatan, memegang sejumlah uang dolar dapat melanggar undang-undang kontrol valuta asing.
Penulis: Thalitha Yuristiana.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles