25 C
Jakarta
Rabu, Agustus 10, 2022

Dialog dengan Biden soal Upaya Atasi Hate Crime terhadap Warga Asia, BTS Datang ke Gedung Putih

Megastar K-pop dunia, BTS, hari Selasa (31/5) ikut memberikan keterangan pers menjelang pertemuannya dengan Presiden Amerika Joe Biden untuk merayakan “Asian-American, Native Hawaiian and Pacific Islander Heritage Month” atau Bulan Warisan Warga Amerika Keturunan Asia, Penduduk Asli Hawaii dan Kepulauan Pasifik” (AANPHI).

BTS bicara tentang inklusivitas dan kesedihan mereka “dengan gelombang kejahatan bermotif kebencian baru-baru ini, termasuk kejahatan bermotif kebencian terhadap warga Amerika keturunan Asia.”

Juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre, yang berada di podium konferensi pers bersama dengan ketujuh anggota BTS, mengatakan “banyak yang mengenal BTS sebagai ikon internasional yang dinominasikan meraih Grammy, tetapi mereka sesungguhnya juga memainkan peran penting sebagai duta muda yang mempromosikan rasa hormat dan positif.”

Juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre berada di podium konferensi pers bersama personil BTS Selasa (31/5).

Juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre berada di podium konferensi pers bersama personil BTS Selasa (31/5).

Jean-Pierre mengatakan BTS akan bertemu dengan Presiden Biden untuk membahas tentang inklusivitas, representasi dan keragaman Asia, serta upaya mengatasi kejahatan bermotif kebencian dan diskriminasi anti-Asia.

Selain memimpin pendekatan untuk memerangi rasisme, xenophobia, dan intoleransi terhadap komunitas Asia, warga asli Hawaii dan Pasifik, sejak minggu pertama menjabat pada Januari 2021 lalu, “Presiden juga telah menandatangani RUU Kejahatan Bermotif Kebencian (karena) Covid19 menjadi undang-udang, juga perintah eksekutif untuk membangun kembali inisiatif Gedung Putih tentang warga Amerika keturunan Asia, Penduduk Asli Hawaii dan Kepulauan Pasifik (AANPHI), dan mendanai penelitian penting untuk mencegah dan mengatasi xenophobia terhadap komunitas AANPHI.”

Berbicara bersama Jean-Pierre, salah seorang personil BTS, Suga, mengatakan “tidak ada yang salah dengan menjadi berbeda. Kesetaraan ada ketika kita terbuka dan merangkul semua perbedaan kita.” [em/pp]

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles