25 C
Jakarta
Minggu, Januari 29, 2023

Diagnosis dan Perawatan Depresi pada Bayi

Sama halnya dengan penyakit pada umumnya, masalah kesehatan mental merupakan kondisi yang bisa menyerang siapa saja. Bahkan, bayi juga bisa mengalaminya lho, Moms, Mengutip Verywell Mind, banyak ahli kesehatan mental yang percaya bahwa bayi ternyata juga bisa mengalami depresi. Setidaknya 1 dari 40 bayi pernah mengalami tanda-tanda depresi.
“Sedikit yang diketahui tentang depresi pada bayi karena mereka ini tidak memiliki bahasa untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, atau keinginan mereka. Satu-satunya cara kita mengetahui bahwa mereka depresi adalah dengan melihat perubahan perilaku mereka,” jelas psikolog berlisensi Patricia A. Farrel, Ph.D.
Depresi pada bayi bisa dipicu oleh beberapa hal, seperti kondisi otak bayi, faktor genetik, faktor lingkungan, dan kondisi kesehatan mental orang tua. Gejala umumnya adalah bayi lebih sering menangis, tampak murung, dan suka menyendiri.
Lantas, bagaimana diagnosis dan perawatan untuk bayi dengan depresi? Simak penjelasannya berikut ini, Moms.
Menurut Klasifikasi Diagnostik Kesehatan Mental dan Gangguan Perkembangan Bayi dan Anak Usia Dini yang dirilis organisasi nirlaba Zero to Three pada tahun 2005, ada lima syarat diagnosis depresi pada bayi, yaitu:
Pola emosi dan perilaku harus mewakili perubahan dari apa yang khas dari anak-anak.
Suasana hati yang tertekan atau mudah tersinggung harus hadir setiap hari, hampir sepanjang hari, selama dua minggu.
Gejala depresi harus terjadi pada lebih dari satu aktivitas dan dalam lebih dari satu hubungan.
Gejala tersebut menyebabkan anak tertekan, merusak fungsinya, dan menghambat perkembangannya.
Gejala tidak boleh disebabkan oleh kondisi medis umum, pengobatan, atau racun lingkungan.
Bayi yang menunjukkan tanda-tanda depresi berisiko mengalami masalah kesehatan mental lainnya di masa depan. Untuk itu, orang tua perlu lebih memperhatikan kesehatan mental bayi dan berkonsultasi ke ahlinya jika merasakan perubahan yang negatif pada si kecil.
Masalah kesehatan mental pada bayi dan anak usia dini umumnya tidak diatasi dengan obat-obatan. Biasanya, psikolog akan melakukan terapi musik dan pijat bayi untuk meringankan gejala depresi pada si kecil.
Untuk perawatan di rumah, Dr. Farell menyarankan agar orang tua lebih sering melakukan kontak fisik dan interaksi verbal saat bayi menunjukkan tanda-tanda depresi.
“Tunjukkan minat pada bayi dan apa yang dilakukannya dalam perkembangan mental dan fisiknya yang berkelanjutan,” ujarnya.
Cara lain untuk membantu mengurangi gejala depresi pada bayi adalah dengan sering mengajaknya bermain.
“Salah satu alat terbaik yang kita miliki untuk membantu anak-anak yang mengalami tekanan sosial-emosional adalah bermain. Bermain adalah bahasa anak-anak. Mendorong peluang untuk melakukan permainan yang diarahkan pada anak adalah salah satu intervensi paling sederhana dan paling ampuh yang dapat dilakukan orang tua di rumah secara gratis,” jelas Christina Fiorvanti, Ph.D., psikolog anak di Montefiore Health System.
Selain itu, penting pula bagi orang tua untuk menjaga kesehatan mentalnya sendiri. Dengan kesehatan mental yang terjaga, orang tua dapat melakukan pengasuhan yang lebih baik.
“Depresi orang tua, khususnya, merupakan faktor risiko utama bagi perkembangan sosial-emosional anak, dan mendapatkan bantuan yang tepat untuk orang tua seringkali meningkatkan kesehatan mental anak secara signifikan,” pungkas Dr. Fiorvanti.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles