30.9 C
Jakarta
Senin, Agustus 15, 2022

Di Tengah Ancaman, Yerusalem Langsungkan Parade LGBT Tahunan

Yerusalem, Tepi Barat — 

Di tengah perlindungan ketat polisi Israel, ribuan orang hari Kamis (2/6) menghadiri “Pride Parade” Tahunan – suatu parade untuk merayakan pencapaian, penerimaan sosial dan hak-hak hukum kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Polisi menangkap tiga orang yang diduga mengancam pelaksanaan acara itu.

Beberapa tahun terakhir ini sejumlah kelompok radikal menyerang para peserta “Pride Parade.”

Yerusalem adalah rumah bagi komunitas besar Yahudi ultra-Ortodoks dan kelompok agama konservatif lainnya, dan banyak penduduk menentang acara itu.

Parade di Yerusalem ini jauh lebih kecil dibanding perayaan tahunan di Tel Aviv, pusat perdagangan Israel di Laut Tengah, yang jauh lebih liberal. Polisi mengatakan sekitar 7.000 orang menghadiri “Pride Parade” di Yerusalem tahun ini.

Tampak polisi dikerahkan di atap-atap gedung terdekat, sementara sebuah helikopter terbang di udara. Polisi mengatakan mereka menangkap dua tersangka yang sedang melakukan perjalanan menuju ke tempat parade, di mana di dalam mobilnya ditemukan pentungan, gas air mata dan sarung tangan.

Pada tahun 2015 lalu seorang laki-laki Israel menikam Shira Banki yang berusia 16 tahun hingga tewas dan melukai beberapa orang lainnya dalam “Pride Parade” di Yerusalem. Ia baru-baru ini dibebaskan karena diketahui ada serangan serupa terhadap peserta parade itu pada tahun 2005. Serangan ini dikutuk luas seluruh spektrum politik Israel.

Polisi pada hari Kamis juga mengatakan telah menangkap seorang warga Eropa berusia 21 tahun yang tinggal di Yerusalem, karena ia dicurigai telah mengirim pesan ancaman pada penyelenggara parade itu dan beberapa anggota parlemen yang mendukung hak-hak LGBT. Polisi tidak memberi keterangan lebih lanjut.

Sejumlah anggota komunitas ultra-relijius Israel menentang parade, homoseksualitas dan ha-hak LGBT, dan mengatakan acara itu tidak boleh dilakukan di kota suci itu. Sebuah kelompok anti-LGBT sayap kanan, Lehava, biasanya menggelar protes tandingan di dekat lokasi penyelenggaraan “Pride Parade” ini.

Awal pekan ini Menteri Pertahanan Israel mengatakan sedang mempertimbangkan untuk mengkategorikan Lehava sebagai organisasi teroris, karena berafiliasi dengan mendiang Rabi Meir Kahane dan memiliki ideologi anti-Arab yang keras.

Beberapa tahun terakhir ini Israel dikenal sebagai tujuan wisata yang ramah gay, sangat kontras dengan di wilayah lain di mana kaum gay sering dianiaya dah bahkan dibunuh. Anggota komunitas LGBT ikut berdinas aktif di militer dan parlemen Israel. Tetapi para pemimpin komunitas LGBT mengatakan masih terbentang jalan panjang untuk mempromosikan kesetaraan. [em/jm]

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles