Dal Adalah Makanan Paling Nyaman

Salah satu istilah bahasa Hindi favorit saya adalah “ghar ka khaana.” Secara harfiah berarti “makanan rumahan”, namun juga mencakup kegembiraan dan kesederhanaan makanan yang dibuat di dapur Anda sendiri — hidangan yang mengingatkan Anda pada masa kanak-kanak, yang tidak sering Anda temukan di restoran.

Ghar ka khaana klasik saya? Dal.

Untuk membuat dal terasa seperti prestasi alkimia, menyaksikan lentil berkerikil berubah menjadi lembut, bertepung, dan keemasan dengan kunyit. Saya suka desis ghee yang panas dan berbumbu saat dituangkan ke dalam lentil, seperti dal yang membungkus semangkuk nasi seperti pelukan. Pertama kali saya menerbitkan resep dal milik ibu saya di buku masak saya, “Indian-ish,” rasanya seperti saya memberi tahu orang-orang sebuah rahasia — solusi untuk kesengsaraan makan malam mereka di malam hari, atas izin nenek moyang saya.

Di seluruh Asia Selatan dan diasporanya, dal – yang mengacu pada kacang-kacangan dan hidangan jadi – secara inheren dikaitkan dengan kenyamanan, baik direbus dengan santan, dimaniskan dengan sedikit gula merah, atau ditaburi daun kari yang renyah.

Dalam wawancara, banyak orang mengatakan bahwa ini adalah makanan pertama yang mereka berikan kepada anak-anak mereka. Makanan yang paling mereka rindukan saat berangkat kuliah. Hidangan yang mereka gunakan untuk berbuka puasa Ramadhan. Hal pertama yang mereka pelajari tentang memasak adalah dari ibu mereka, yang bersikeras untuk memberikan waktu persiapan dalam panci bertekanan tinggi, bukan dalam hitungan menit.