28.6 C
Jakarta
Jumat, Februari 3, 2023

Curhatan Luhut soal Kondisi Ekonomi Global hingga KTT G20

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, di tengah kondisi ekonomi global yang tidak tentu saat ini, menjadi presidensi G20 merupakan keuntungan sendiri bagi Indonesia.
Luhut menyebut, saat ini dunia sedang dilanda perfect strom atau badai yang sempurna di mana semua negara dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, mulai dari negara maju hingga superpower sekali pun. Terlebih bagi negara berkembang yang menurutnya sangat terdampak akibat gejolak perang dan perselisihan antar negara yang entah kapan selesainya.
“Hal ini sontak mempengaruhi harga-harga komoditas, ditambah kemungkinan resesi akan terjadi dan kemunduran menuju globalisasi. Belum lagi krisis kesehatan yang masih menghantui kita semua yang dapat memperparah kondisi dunia dalam beberapa waktu ke depan,” kata Luhut dalam unggahan Instagram pribadinya, dikutip Minggu (6/11).
Indonesia di tengah ketidakpastian global itu, mendapatkan kesempatan menjadi presidensi G20 dan akan menyelenggarakan KTT G20 2022 di Bali pada 15-16 November nanti. Pada forum itu, Luhut mengatakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia akan duduk bersama dan berdiskusi menekankan pentingnya kerja sama demi mencapai pemulihan dunia yang inklusi dan saling berkolaborasi. Dalam KTT G20 nanti, Indonesia juga turut mengundang negara-negara sahabat di kawasan Afrika dan negara kepulauan lainnya.
“Selain akan dihadiri oleh 19 negara anggota dan satu organisasi regional Uni Eropa yang secara kolektif merepresentasikan 65 persen penduduk dunia, 79 persen perdagangan global, dan setidaknya 85 persen perekonomian dunia,” ujar Luhut.
Persiapan KTT G20: Izin ke Jokowi, ke Bali Lebih Awal
Menyebut dirinya orang perfeksionis, Luhut mengatakan, ia belum tenang bila persiapan G20 belum 100 persen. Untuk memastikannya, Luhut berangkat ke Bali lebih awal demi memastikan persiapan KTT G20 nanti berjalan lancar.
“Karenanya saya hari ini meminta izin kepada Presiden Joko Widodo untuk berangkat lebih awal ke Bali, guna meninjau kembali persiapan final acara KTT G20 sekaligus memastikan apa saja yang belum dan perlu diselesaikan demi kelancaran acara,” ujarnya.
Salah satu kekhawatiran Luhut dalam KTT G20 nanti adalah musim hujan. Apalagi, terdapat agenda Gala Dinner saat KTT G20 yang dilakukan di ruang terbuka. Namun dia optimistis dengan kesiapan dan kesigapan lintas kementerian/lembaga, kendala itu bisa diatasi.
“Sembari menatap awan mendung dari dalam pesawat yang saya tumpangi, saya berpikir ada untungnya juga Indonesia menyandang Presidensi G20 di masa-masa sekarang ini. Kenapa? Inilah saat yang tepat membuktikan sekali lagi kepada dunia atas resiliensi ekonomi bangsa terhadap krisis,” ujar Luhut.
Luhut Jadi Saksi Negara Maju Minta Tolong Jokowi
Luhut mengatakan, selama ini Indonesia dikenal sebagai bridge builder, julukan yang disematkan untuk pihak yang mampu menjadi jembatan perdamaian antar pihak yang berseberangan. Luhut menyebut, momen KTT G20 nanti menjadi pembuktian apakah kepercayaan negara global untuk Indonesia masih ada.
Namun Luhut percaya bahwa kepercayaan itu akan semakin meningkat. Hal itu Luhut katakan karena melihat bagaimana negara internasional meminta tolong kepada Presiden Jokowi untuk mewujudkan perdamaian dunia.
“Saya menyaksikan sendiri bagaimana perwakilan negara-negara maju dan super power meminta bantuan kepada Presiden Jokowi, dan mengirimkan utusannya untuk bertemu saya,” kata Luhut.
“Bahkan salah satu kepala negara sahabat, Pangeran Mohammed Bin Zayed dari UEA, mengapresiasi beliau dengan menyebut Presiden Jokowi membawa aura perdamaian karena upayanya menjembatani perdamaian antara Rusia dan Ukraina,” pungkasnya.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles