31.4 C
Jakarta
Selasa, Desember 6, 2022

COVID-19 Omicron XBB Belum Terdeteksi di Yogyakarta

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie menyebut virus COVID-19 subvarian Omicron Xbb belum terdeteksi di Yogyakarta. Meski begitu, penelusuran dengan whole genome sequencing tetap terus dilakukan.
“Kita belum dapat laporan dari Sardjito. Genome sequencing (dilakukan) BPTKLPP sama di Sardjito kita belum terima itu (hasilnya),” kata Pembajun, Kamis (27/10).
Pembajun mengatakan bahwa sampel-sampel kasus COVID-19 terus dicek di lab seperti saat dahulu mendeteksi varian omicron dan delta.
“Tapi mudah-mudahan tidak ada,” katanya.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, dr. Reisa Broto Asmoro sebelumnya mengingatkan masyarakat untuk tak abai dengan kehadiran subvarian Omicron Xbb. Subvarian ini terbukti cepat menular dan dapat menyerang mereka yang pernah terinfeksi varian lain.
“Terkait varian baru ini, WHO menyatakan vaksin yang tersedia masih efektif. Meski berdasarkan studi di China, varian Xbb ini dapat menghindari antibodi, yang artinya orang yang pernah terinfeksi varian lain dan yang sudah dapat vaksin lengkap tetap berisiko terinfeksi varian baru ini juga,” kata Reisa dalam keterangan di YouTube Setpres, Kamis (27/10).
Dengan berlangsungnya 2,5 tahun pandemi, Reisa meminta masyarakat mengetahui risiko potensi lonjakan dan lebih disiplin dalam menerapkan prokes serta hidup sehat.
Ia juga mengimbau semua penduduk Indonesia segera melengkapi vaksinasi booster atau dosis ketiga. Meski varian Xbb dapat menyerang orang yang sudah divaksin lengkap, vaksin booster masih sangat berdampak meringankan dan mengurangi kasus COVID-19.
“Hingga 25 Oktober 2022, yang telah menyelesaikan booster baru 64,8 juta orang atau 27,6%. Padahal WHO menyarankan 50% dari total jumlah penduduk. Indonesia masih harus mengejar ketertinggalan,” paparnya

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles