30.7 C
Jakarta
Jumat, Februari 3, 2023

Cerita Adzan Romer yang Mengaku Takut dengan Ferdy Sambo

Salah satu ajudan Ferdy Sambo, Adzan Romer, mengaku takut terhadap atasannya tersebut. Terlebih usai peristiwa pembunuhan Brigadir Yosua di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Hal itu diakui Adzan saat bersaksi dalam persidangan di PN Jaksel, Senin (31/10).
Keterangan tersebut dikonfirmasi oleh pengacara Richard Eliezer, Ronny Talapessy, yang menanyakan ketakutan Romer..
“Yang saya mau tanyakan, apa yang membuat saksi takut dan merasa terancam… sudah mengikuti skenario tembak menembak?” tanya Ronny.
“Takut saja, Pak,” jawab Romer.
“Sama Ferdy Sambo takut engga?” ucap Ronny menimpali.
“Siap takut,” jawab Romer pendek.
Romer kemudian menceritakan ketakutannya pada Sambo saat memberikan kesaksian dalam berita acara perkara (BAP) di Bareskrim Polri. Saat itu dirinya merasa terancam.
“Waktu saya pemeriksaan di Bareskrim di lantai 3, saya berada di ruang pemeriksan paling pojok. Setelah itu, yang periksa saya itu berbicara 'kamu bawa alat perekam ya?' Siap tidak. Apa itu yang merah-merah di badan kamu seperti laser. Terus dimatikan lampunya sama bapak itu langsung dicabut,” kata Romer.
Yosua tewas pada 8 Juli 2022. Dia diberondong peluru oleh Eliezer atas perintah Sambo.
Tembakan terakhir dilepaskan Sambo ke arah kepala Yosua. Sambo, Eliezer, Kuat Ma'ruf, Ricky Rizal Wibowo, dan Putri Candrawathi dijerat sebagai terdakwa pembunuhan tersebut.
Mereka dijerat dengan Pasal 340 atau Pasal 338 KUHP atau Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Ancaman hukumannya, maksimal hukuman mati.
Dalam dakwaan, Ferdy Sambo juga disebut mencoba menutupi peristiwa tersebut. Termasuk dengan mengamankan saksi dan bukti.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles