31.1 C
Jakarta
Kamis, Desember 1, 2022

BRI Targetkan Kredit Tumbuh 9 – 11 Persen di 2023

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI merespons terkait Bank Indonesia (BI) yang memperkirakan pertumbuhan kredit di kisaran 10 – 12 persen di tahun 2023.
Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, target kredit tersebut mencerminkan BI tidak hanya berkutat untuk mengendalikan inflasi. BI akan mendorong pertumbuhan kredit sekaligus mengimbangi inflasi.
“BRI memberikan guideline untuk tumbuh masuk dalam range BI, kita targetkan bisa tumbuh kredit 9-11 persen tahun depan (2023), 9 persen bagi BRI cukup besar, karena kredit kita sudah Rp 1.118 triliun,” ujar Sunarso dalam konferensi pers virtual, Rabu (16/11).
Sunarso menilai target kredit yang ditetapkan bersifat realistis. BRI memiliki sumber pertumbuhan baru yang ditandai dengan keberhasilan membentuk holding Ultra Mikro.
“Maka sumber pertumbuhan baru kita grow smaller kepada segmen lebih kecil yaitu ultra mikro. Bisa dilihat bahwa segmen mikro bisa tumbuh 14 persen,” lanjutnya.
Syarat berikutnya, lanjut Sunarso, BRI harus mempunyai modal yang cukup. Apabila BRI memiliki rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio) CAR sampai 26 persen, maka perseroan memiliki modal lebih dari cukup untuk tumbuh.
“Syarat ketiga untuk tumbuh secara sustainable yaitu alarm berupa LDR. LDR BRI secara konsolidasi 88,51 persen, padahal LDR optimal 92 persen,” sambungnya.
Sunarso optimistis BRI dapat memacu pertumbuhan, karena perseroan memiliki kecukupan likuiditas yang tercermin LDR yang masih di bawah 90 persen. Syarat terakhir, BRI bisa tumbuh secara berkelanjutan apabila kredit tumbuh secara berkualitas.
“Kredit berkualitas tercermin dari kehati-hatian risk management, mengelola portofolio kredit. Hati-hati saja tidak cukup apabila kita tidak punya bantalan yang cukup,” kata Sunarso.
BRI telah menyiapkan pencadangan kredit apabila terjadi pemburukan kualitas aset menjadi. Sunarso menganggap cadangan BRI terhadap NPL yang tercatat sebesar 278 persen lebih dari sekadar aman, atau meningkat dibandingkan dengan NPL Coverage di akhir Kuartal III tahun lalu yang sebesar 252,86 persen.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles