27.3 C
Jakarta
Sabtu, Desember 3, 2022

Bertemu Ma’ruf Amin, MBZ Pastikan Hadir di KTT G20 di Bali

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menemui Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Istana Al Shatie Abu Dhabi, Rabu (2/11). Dalam pertemuan tersebut, Ma'ruf menyampaikan salam dari Presiden Jokowi.
“Dan menyampaikan kepada beliau [Jokowi] penghargaan karena beliau mendukung presidensi Indonesia di G20 dan beliau juga akan hadir pada KTT nanti di Bali,” kata Ma'ruf dalam keterangannya dikutip Jumat (4/11).
Ma'ruf mengatakan, MBZ akan mendukung jalannya KTT G20 hingga selesai dan berharap acara itu dapat menghasilkan keputusan hingga kerja sama global yang konkret.
“Dan saya juga menyampaikan karena beliau akan hadir selain di KTT juga akan meresmikan Masjid Sheikh Zayed di Solo dan tadi bilang saya akan salat di sana bersama-sama dengan Presiden Joko Widodo dan umat Islam di sana,” tuturnya.
Selain itu, MBZ juga mengajak Indonesia bekerja sama dalam isu menjaga Islam. Menurut MBZ, selama ini ada kesalahpahaman dan pembelokan mengenai ajaran Islam yang baik.
“Sehingga beliau menganggap perlu kita jaga supaya sesuai dengan pemahaman Islam yang benar, pemahaman yang murni, yang tidak disalahpahamkan, diubah menjadi…. tentu tidak ada radikalisme atau yang lain-lain. Artinya dijagalah,” ungkapnya.
“Istilah beliau jangan ada pembajakan terhadap ajaran Islam ini. Jjadi saya menganggap kita sepaham, bahwa Indonesia sedang mengawal itu, menjadikan Islam yang moderat sebagai mainstream di Indonesia dan ini ingin kita jadikan sebagai juga cara berpikir bersama secara global,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Ma'ruf mengungkapkan rencana kerja sama Indonesia dengan Uni Emirat Arab dalam pembangunan School of Future Studies. Ia mengatakan, Uni Emirat Arab ingin berkontribusi dalam bidang pendidikan yang fokus pada sains dan teknologi.
“Jadi ilmu yang kira-kira baru, ya, science, yang ke depan itu sedang kita rumuskan kerja sama itu tentang masalah teknologi umumnya dan itu tadi disinggung pentingnya penguasaan teknologi. Tentu kita akan wujudkan dalam bentuk pendidikan, School of Future Studies itu,” tuturnya.
Ma'ruf berharap lewat kerja sama ini, Indonesia dapat memiliki model pendidikan yang fokus pada studi masa depan dan modern.
“Ilmu yang memang diperlukan, yang future studies, teknologi lah. Ini yang diperlukan oleh kita ke depan dan saya kira itu salah satunya,” pungkasnya.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles