30.9 C
Jakarta
Senin, Desember 5, 2022

Bertemu di Jakarta, Menlu ASEAN Kecewa 5PC di Myanmar Tidak Ada Kemajuan

Menlu se-Asia Tenggara berkumpul di Sekretariat ASEAN di Jakarta pada Kamis (27/10). Mereka membahas memburuknya situasi di Myanmar.
Menlu RI Retno Marsudi mengatakan, pada pertemuan itu seluruh Menlu yang hadir sepakat kondisi di Myanmar semakin memprihatinkan. Lebih parahnya lagi, rekomendasi ASEAN untuk Myanmar jalan di tempat.
“Para Menlu ASEAN menyampaikan concern dan kekecewaan terhadap tidak adanya kemajuan signifikan dari pelaksanaan 5PC,” kata Retno dalam pers briefing di kantor Kemlu RI.
5 PC yang disinggung Retno adalah lima poin konsensus untuk dijalankan Myanmar agar keluar dari krisis usai kudeta pada awal 2021. Kesepakatan 5 PC didapat di Jakarta saat pertemuan pemimpin ASEAN demi membahas krisis Myanmar.
5 PC tersebut berisi:
1. Tindak kekerasan di Myanmar harus segera dihentikan. Semua pihak harus menahan diri.
2. Harus ada dialog konstruktif di antara semua pihak untuk mencari solusi damai yang mengedepankan kepentingan masyarakat.
3. Akan ada utusan khusus ASEAN (special envoy) yang memediasi dialog, dibantu oleh Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi.
4. ASEAN akan memberikan bantuan kemanusiaan melalui AHA Centre
5. Utusan khusus dan delegasi ASEAN harus mengunjungi Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak yang berkepentingan.
Dalam pertemuan di Jakarta hari ini, atas nama Pemerintah Indonesia Menlu Retno mengungkap data-data mengenai tindak kekerasan yang terjadi di Myanmar seusai kudeta.
Retno menegaskan, dari data-data tersebut nampak bahwa korban sipil masih berjatuhan. Penelusuran kumparan sampai saat ini terdapat dua ribu lebih warga sipil pro-demokrasi yang jadi korban kekerasan aparat Myanmar.
“Keprihatinan masih terus berlangsungnya tindakan kekerasan yang memakan korban sipil disampaikan juga oleh para Menlu lain. Serangan yang dilakukan oleh Junta Militer Myanmar pada saat pelaksanaan konser musik di Kachin harus dikecam dan tidak dapat diterima,” kata Retno.
Retno menambahkan, penghentian kekerasan harus jadi salah satu agenda utama di Myanmar. Sebab, tanpa penghentian kekerasan maka suasana kondusif demi keluar dari krisis politik tak akan terwujud.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles