Berendam di Sumber Air Panas Paling Menakjubkan di Dunia

Ada sumber air panas yang terlihat seperti istana, ada pula yang terlihat seperti lubang di tanah. Beberapa terasa seperti pesta, yang lain seperti doa. Ada pemandian air panas di dalam kota, di pulau-pulau terpencil, di gurun pasir, di dalam hutan lebat. Air panas bisa berwarna hijau, oranye, biru, kuning atau pirus. Warnanya bisa seperti susu dan buram, berlumpur dengan sedimen, atau sejernih kolam kota. Terkadang suhunya hampir suam-suam kuku; di lain waktu panas sekali hingga terasa sakit.

Beberapa tahun yang lalu, dengan impian untuk membuat buku, saya mulai mempelajari dan mendokumentasikan bagaimana orang-orang di seluruh dunia memanfaatkan air panas. Di 23 lokasi di 12 negara, saya berbicara dengan para pekerja, pelayan, dan pakar, yang mengajari saya tentang sejarah lokal dan kepribadian masing-masing tempat. Banyak yang bercerita kepada saya tentang cara mereka mengelola lahan dan air secara kolektif. Mereka menjelaskan bagaimana kehadiran tempat pemandian dapat mempengaruhi tubuh, komunitas dan budaya.

Saya bertemu pengunjung yang menyukai air panas yang melembutkan pikiran dan otot mereka. Beberapa orang, seperti saya (dan mungkin seperti Anda), merupakan penggemar air panas, terpesona dengan cara air panas mengingatkan mereka untuk menjadi warga alam.

Di bawah ini adalah delapan highlight yang diadaptasi dari buku saya “Hot Springs” — dari onsen di Prefektur Aomori, Jepang, hingga serangkaian kolam dataran tinggi di dekat Gunung Sajama, di Bolivia.