25 C
Jakarta
Jumat, Februari 3, 2023

AS Izinkan Vaksinasi COVID-19 untuk Bayi Berusia Mulai dari 6 Bulan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) telah mengesahkan vaksin COVID-19 bagi bayi berusia mulai dari usia 6 bulan.
FDA akan menggandeng perusahaan produsen vaksin Moderna beserta Pfizer dan mitranya BioNTech dalam program vaksinasi terbaru ini.
Di bawah naungan Kementerian Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS, FDA mulai Kamis (8/12) mengizinkan anak-anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun untuk menerima suntikan vaksin bivalen (vaksin yang menargetkan virus corona dan subvarian Omicron) Moderna sebagai suntikan booster mereka — dua bulan setelah vaksinasi awal.
Sementara vaksin terbaru Pfizer/BioNTech sekarang dapat diberikan sebagai suntikan dosis ketiga bagi anak-anak berusia 6 bulan hingga 4 tahun yang belum pernah divaksin sama sekali atau belum menerima dosis ketiga.
“Anak-anak yang telah menyelesaikan tiga dosis awal vaksinasi mereka dengan suntikan asli Pfizer belum memenuhi syarat untuk menerima vaksin booster bivalen,” jelas FDA, seperti dikutip dari Reuters.
Pihaknya menambahkan, data yang mendukung penggunaan suntikan bivalen Pfizer/BioNTech sebagai vaksin booster dalam kelompok usia ini diharapkan rampung pada Januari 2023 mendatang.
Sebelumnya, vaksin bagi anak-anak di bawah enam tahun baru disetujui pada Juni tahun ini. Kelompok di usia ini adalah yang terakhir untuk memenuhi syarat vaksinasi, atau bukan menjadi prioritas.
Data pemerintah menunjukkan, per 30 November hanya 2,7 persen anak di bawah usia dua tahun dan kurang dari 5 persen anak berusia dua hingga empat tahun yang memenuhi syarat baru menyelesaikan seri vaksinasi utama mereka. Data ini sekaligus menunjukkan lambatnya penerapan vaksinasi utama pada anak kecil di AS.
Vaksin Moderna untuk anak di bawah 6 tahun meliputi dua dosis 25 mikrogram, dengan suntikan yang masing-masing diberikan dengan jarak waktu satu bulan.
Sementara vaksin Pfizer/BioNTech untuk anak kecil adalah dosis yang lebih rendah, resimen 3 dosis yang diberikan selama setidaknya 11 minggu.
Secara keseluruhan, laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS per 30 November mengatakan, sejumlah 39,7 juta orang di AS telah menerima booster bivalen.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles