26.1 C
Jakarta
Senin, Desember 5, 2022

Aksi Muda Jaga Iklim Digelar di 279 Titik, Termasuk di Jambi

Jambikita.id – Penjaga Laut bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Citarum Ciliwung, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Perhutani, Pramuka dan Yayasan EcoNusa, akan menggelar Aksi Muda Jaga Iklim (AMJI) 2022 pada Sabtu (29/10).
Selain sebagai tanggapan terhadap dampak krisis iklim, aksi ini diadakan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober.
Hal tersebut disampaikan dalam media briefing AMJI 2022 di Jakarta (27/10/2022) dengan narasumber Pina Ekalipta selaku Kepala BPDASHL Citarum Ciliwung, Dian Banjar Agung selaku Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA DKI Jakarta, Nina Nuraisyiah selaku Direktur Komunikasi dan Mobilisasi Anak Muda Yayasan EcoNusa, dan Yolanda Parede selaku Koordinator Nasional Penjaga Laut.
AMJI merupakan aksi para orang muda Indonesia terhadap dampak krisis iklim yang semakin terlihat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pada tahun kedua ini, AMJI akan dilaksanakan serentak di 279 titik yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Jambi.
Yolanda Parede, Koordinator Nasional Penjaga Laut mengatakan bahwa antusiasme organisasi dan komunitas orang muda dalam AMJI 2022 ini meningkat dari tahun sebelumnya.
“Aksi yang dilakukan juga beragam mulai dari bersih pantai, tanam mangrove, transplantasi terumbu karang, cabut paku, pentas seni, Eco-fashion dan masih banyak lagi,” ungkapnya.
Nina Nuraisyiah, Direktur Komunikasi dan Mobilisasi Anak Muda Yayasan EcoNusa, menyatakan bahwa orang muda seharusnya tanggap terhadap krisis iklim dengan bersuara pentingnya menjaga bumi, sembari melakukan aksi-aksi nyata yang ramah lingkungan.
“Aksi bersama khususnya yang dilakukan orang muda dalam upaya menjaga bumi. Harus didorong terus menerus untuk menularkan gaya hidup ramah lingkungan kepada publik. Sehingga dapat menahan dampak krisis iklim,” ujarnya.
Krisis iklim adalah ancaman bagi negara kepulauan, seperti halnya Indonesia. Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil adalah yang paling rentan menerima dampak kondisi ini, karena sewaktu-waktu dapat tenggelam akibat kenaikan permukaan air laut.
Salah satu upaya menahan laju perubahan iklim di wilayah pesisir adalah dengan adanya tanaman mangrove. Mangrove mempunyai kemampuan bertahan terhadap kenaikan permukaan laut dan mampu menyerap, serta menyimpan karbon 3-5 kali lebih banyak dari hutan tropis dengan luas yang sama.
Hal itu mendorong AMJI 2022 melakukan aksi tanam mangrove di titik utama yakni di Tangerang, Banten dan di beberapa titik lainnya seperti di titik Aceh, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Maluku, Jambi, dan lainnya.
“Bagi rekan-rekan yang ingin ikut ambil bagian dalam AMJI 2022, dapat menghubungi Penjaga Laut melalui Instagram jagalaut.id atau website https://jagalaut.id/amji-2022/,” tutup Yolanda.
Melalui berbagai aksi yang dilakukan serentak dalam AMJI 2022, para orang muda Indonesia diajak memaknai Sumpah Pemuda dengan aksi nyata untuk kelangsungan lingkungan. Harapannya, aksi ini bisa menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari, sehingga membawa dampak perubahan baik untuk lingkungan dan iklim global.
(M Sobar Alfahri)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles