28.9 C
Jakarta
Rabu, Desember 7, 2022

5 Tempat Wisata Menarik di Surabaya untuk Memperingati Hari Pahlawan

Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November merupakan salah satu hari bersejarah bagi masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak? Pada hari itu seluruh masyarakat Indonesia turut mengheningkan cipta dan berdoa kepada para pahlawan yang gugur demi kemerdekaan Indonesia.
Dari sekian banyak daerah yang ada di Indonesia, Surabaya dikenal sebagai salah satu tempat yang lekat dengan perjalanan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan.
Pada tanggal 10 November 1945, terjadi pertempuran di Surabaya yang merupakan pertempuran besar antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Inggris. Selain jadi pertempuran pertama usai kemerdekaan Indonesia, Pertempuran Surabaya juga menjadi pertempuran terbesar dan terberat dalam perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.
Pertempuran ini pun menimbulkan korban jiwa yang tak sedikit, baik pihak lawan dan pahlawan Indonesia. Karena banyaknya pahlawan yang gugur saat pertempuran, Surabaya akhirnya dijuluki sebagai Kota Pahlawan. Selain erat kaitannya dengan sejarah, Kota Pahlawan juga memiliki sederet tempat wisata menarik. Berikut lima di antaranya!
Tugu Pahlawan adalah tempat pertama di Surabaya yang bisa kamu sambangi untuk napak tilas perjuangan para pahlawan. Tugu yang terletak di Jalan Pahlawan Surabaya, dekat Kantor Gubernur Jawa Timur ini, menjadi salah satu ikon di Surabaya yang erat kaitannya dengan peristiwa pertempuran Surabaya, 10 November 1945 silam.
Tugu yang berbentuk menyerupai paku terbalik ini berdiri gagah dengan ketinggian sekitar 40 meter, dan pada bagian tubuhnya memiliki bentuk berupa lengkungan-lengkungan atau Canalures, dengan jumlah 10 lengkungan yang kemudian dibagi menjadi 11 ruas.
Menariknya, tinggi, lengkungan, hingga ruas yang ada di tugu tersebut juga menyimpan filosofi tersendiri. Lengkungan tugu menunjukkan tanggal 10, ruasnya untuk bulan yaitu 11, dan tingginya menunjukkan tahun 1945. Jadi, ketika digabung tugu itu seolah membentuk makna tanggal 10 November 1945. Keren, kan!
Selain menyaksikan gagahnya Tugu Pahlawan, kamu juga bisa berkunjung ke Museum 10 November yang berada di kompleks yang sama. Di tempat tersebut kamu bisa lebih memahami sejarah Pertempuran Surabaya, ketika arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan sekutu yang berusaha untuk menjajah Indonesia kembali.
Selain Tugu Pahlawan, Surabaya nyatanya memiliki benteng peninggalan bersejarah yang jadi saksi pertempuran di masa lampau. Bernama Benteng Kedung Cowek, benteng ini terletak di Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya.
Didirikan sekitar tahun 1915, benteng peninggalan Belanda ini diperkirakan telah berusia lebih dari 1 abad alias 100 tahun.
Tujuan awal dibangunnya Benteng Kedung Cowek adalah sebagai pertahanan saat melawan Jepang saat Perang Pasifik. Namun, pasca-kemerdekaan, Benteng Kedung Cowek akhirnya dialihfungsikan sebagai markas pasukan Sriwijaya.
Pasukan tersebut merupakan kelompok yang dibentuk oleh sejumlah pemuda untuk melawan tentara sekutu yang saat itu menguasai Surabaya.
Selain sarat akan sejarah, Benteng Kedung Cowek juga menawarkan pemandangan Selat Madura yang mempesona.
Gedung Internatio atau yang juga dikenal dengan nama Internationale Crediten Handelvereeniging ini merupakan tempat bersejarah berikutnya yang ada di Surabaya. Mulanya gedung ini digunakan sebagai tempat pengelolaan perdagangan pada masa penjajahan Belanda. Tempat ini kemudian menjadi markas dari tentara Sekutu.
Gedung Internatio merupakan saksi bisu pecahnya Pertempuran Surabaya. Sebab, tempat ini menjadi lokasi baku tembak antara rakyat Surabaya dengan tentara Sekutu pada 30 Oktober 1945.
Penyerangan tersebut kemudian menjadi cikal bakal peristiwa 10 November 1945 yang diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Selanjutnya, Jembatan Merah adalah salah satu lokasi yang jadi saksi pertempuran sengit pada Pertempuran Surabaya.
Jembatan ini adalah saksi bisu pertempuran antara pemuda Surabaya dengan pasukan Brigjen Mallaby, yang berakhir dengan kematian sang Brigjen.
Dulunya, jembatan tersebut hanya menggunakan pagar kayu sebagai pembatas, tapi sekarang sudah menggunakan pagar besi. Warna merah pada pagar pembatas digunakan untuk mengenang pertumpahan darah yang terjadi pada saat itu.
Kamu tentu ingat dengan momen perobekan bendera Belanda oleh dua tokoh pemuda Indonesia, Kusno Wibowo dan Hariyono. Peristiwa perobekan bendera Belanda itu terjadi di Hotel Yamato, Jl. Tunjungan Surabaya, atau yang juga dikenal dengan nama Hotel Oranje.
Momen tersebut menjadi sejarah penting sebagai pemicu terjadinya peristiwa 10 November 1945. Hotel ini telah mengalami beberapa kali penggantian nama, dimulai dari LSM, Hotel Oranje, Hotel Yamato, dan Hotel Hoteru. Kini, hotel tersebut dikenal sebagai Hotel Majapahit.
Buat yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai sejarah Hotel Yamato, kamu bisa mengikuti tur yang ada di Hotel Majapahit. Tak hanya sarat akan sejarah, di hotel ini kamu bisa menemukan sudut foto nan Instagramable yang akan mewarnai feed Instagram-mu. Menarik, kan!

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
5PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles