Inovasi Teknologi Syngenta Siap Tingkatkan Produktifitas Panen Petani

YANGMUDA.COM, Jakarta-Jaringan perusahaan agrikultur global Syngenta membuat inovasi teknologi yang menyediakan solusi kepada jutaan petani agar lebih produktif.

Di Indonesia, melalui perusahaan legasi, Syngenta telah hadir sejak tahun 1960-an. Syngenta Indonesia sendiri, mulai berdiri tahun 2000. Didukung oleh departemen riset dan pengembangan yang dilengkapi laboratorium pusat penelitian pertanian di Cikampek, Jawa Barat, Syngenta Indonesia menggabungkan teknologi, genetika, pemuliaan, dan ilmu komputasi untuk mendukung perkembangan pertanian Indonesia.

Dengan purpose “Bringing Plant Potential to Life” Syngenta mengenalkan inovasi teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus menjaga lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup para petani.

“Syngenta sangat senang dapat mendukung pertanian Indonesia selama 17 tahun, dan lebih dari 17 tahun melalui perusahaan legasi. Kami telah menyediakan berbagai inovasi teknologi pertanian, membantu petani meningkatkan produktivitasnya,” kata Parveen Kathuria, Presiden Direktur PT Syngenta Indonesia, di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Melalui teknologi perlindungan tanaman dan benih hibrida, Syngenta mendorong petani untuk meningkatkan produktivitasnya hingga 10-20 persen. Di Jawa Timur lebih dari 15.000 petani padi mendapatkan manfaat dari teknologi modern Syngenta yang mampu meningkatkan hasil produksi padi rata-rata dari 5-6 ton/ha menjadi 10 ton/ha.

Selain itu, petani jagung di Nusa Tenggara juga dapat meningkatkan produksinya hingga 20 persen.

Syngenta menyediakan hingga tiga teknologi pertanian baru untuk petani setiap tahun. Satu teknologi baru memerlukan investasi hingga USD300 juta. Syngenta menjangkau hingga 500.000 petani setiap tahunnya melalui pusat pelatihan petani, klinik pertanian, Farmer Network dan konsultasi petani.

“Petani kecil tidak hanya menjadi penopang penting ketahanan pangan di tingkat lokal dan nasional saja, tetapi juga berperan penting dalam menjaga suplai kebutuhan pangan global. Sehingga pemberdayaan petani kecil selalu menjadi komitmen dan perhatian kami. Dan mereka bisa dengan mudah menerapkan teknologi yang kami perkenalkan,” ujar Head of Corporate Affairs Syngenta Indonesia Midzon Johannis.

LEAVE A REPLY