“Pancasila di Zamanku”, Memahami Nilai Pancasila Bagi Generasi Milenial

YANGMUDA.COM, Jakarta-Bakti Pendidikan Djarum Foundation bekerjasama dengan Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta dan Solidaritas Anak Bangsa (SABANG) menggelar talkshow bertajuk “Pancasila di Zamanku”. Kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang kearifan nilai Pancasila kepada “kids zaman now” atau generasi milenial ini berlangsung di Grand Pacific Hall, Yogyakarta, akhir pekan lalu.

Kegiatan ini hadir untuk menjawab pesatnya informasi di era terbuka yang dapat menjadi ancaman akan bahaya radikalisme dan perpecahan, terutama bagi generasi muda. Untuk itu, pemahaman terhadap Pancasila sebagai landasan berbangsa dan bernegara perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 1.500 mahasiswa dari delapan perguruan tinggi di Yogyakarta, itu dipandu oleh jurnalis senior Rosianna Silalahi. Hadir sejumlah tokoh dan publik figur pada kesempatan itu, diantaranya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfud M.D., artis, pemerhati sosial dan pegiat di Wahid Institute Inayah Wulandari Wahid, dan vokalis band Kotak, Tantri Syalindri Ichlasari biasa disebut Tantri Kotak.

“Pancasila itu menjadi kesadaran filsafat hukum dan sumber kesadaran berbangsa dan bernegara, Pancasila itu ideologi yang mempersatukan,” kata Profesor Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, seperti dalam siaran pers, Senin (5/2/2018).

Dalam kesempatan itu Mahfud MD mengingatkan kembali tentang potensi perpecahan jika generasi muda saat ini tidak lagi merefleksikan Pancasila dalam kehidupan bersosialisasi mereka sehari-hari.

“Radikalisme harus kita tangkal dengan Pancasila sebagai ideologi pemersatu ikatan kita sebagai bangsa Indonesia,” ujar Mahfud.

Hal senada disampaikan oleh Inayah Wahid, menurutnya pancasila merupakan intisari dari semua nilai-nilai kearifan, untuk itu sampai kapan pun Pancasila tidak akan ketinggalan zaman, termasuk di tengah generasi milenial sekarang ini.

“Selama ada manusia dan ada kemanusiaan, maka Pancasila akan selalu relevan. Karena Pancasila selalu bersumber dari nilai-nilai kebaikan yang universal, sehingga akan selalu sejalan dengan agama apa pun,” kata putri bungsu Presiden Indonesia ke empat KH. Abdurrahman Wahid ini.

Sementara itu menurut Tantri Kotak, minimnya pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila dapat membuat generasi muda semakin individualistis dan tidak mempunyai pegangan di tengah arus informasi global.

Bersama band Kotak, Tantri mengajak anak-anak muda saat ini agar terus berkarya dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan mereka.

“Saya dan teman-teman di Kotak punya perhatian yang besar terhadap nasionalisme dan Pancasila. Kami menciptakan dua lagu yang bisa menggugah semangat nasionalisme yaitu Satu Indonesia dan Merah Putihku. Harapannya agar semangat nasionalisme kita jangan mudah goyah,” terang Tantri.

Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation Primadi H. Serad menambahkan, tema Pancasila perlu terus digiatkan kepada generasi muda. Sebab, derasnya arus informasi saat ini menjadi ancaman jika tidak dibentengi Pancasila sebagai landasan.

“Kami mendorong kaum muda agar bersikap dan bersuara, menguatkan kembali nilai-nilai Pancasila dan semangat persatuan di lingkungan dan komunitas mereka. Terlebih dalam era kebebasan informasi dan persaingan global sekarang ini, ada banyak ideologi baik dari luar aupun internal yang bisa membelokan kecintaan kaum muda terhadap warisan budaya dan kearifan yang kita miliki,” demikian Primadi H. Serad.

LEAVE A REPLY