Menikmati Wisata Sejarah di Kota Gudeg, Kunjungi Museum Ini!

YANGMUDA.com-Jogja alias Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal karena keistimewaannya. Selain dijuluki Kota Pelajar dan surga kuliner, Kota Gudeg ini juga menyimpan banyak tempat wisata sejarah yang wajib Anda kunjungi saat liburan ke Jogja.

Yogyakarta juga dikaitkan sebagai kota yang sarat akan kesenian tinggi dan terkenal sebagai kota pendidikan karena banyaknya sekolah dengan prestasi yang baik di sini. Yogyakarta juga menawarkan beberapa spot untuk Anda berbelanja dan memiliki berbagai fasilitas wisata yang dapat Anda temukan di Kota Pelajar ini.

Terkenal sebagai Kota Pelajar, tentu setiap sudut kota Yogyakarta dapat memberikan Anda berbagai macam pengetahuan, mulai dari seni, sains, hingga sosial dan budaya. Banyak sekali spot di Yogyakarta yang sangat tepat untuk Anda agar dapat mempelajari kebudayaan di sana, dan salah satunya adalah museum.

Yogyakarta menawarkan banyak sekali kisah yang disematkan ke dalam museum-museum tertentu. Bila Anda memiliki rasa keingintahuan yang tinggi akan hal baru, untuk mengunjungi Kota Pelajar ini Anda hanya perlu cari tiket bus primajasa sebagai transportasi perjalanan Anda ke Yogyakarta, lalu Anda dapat menggali kisah lewat museum-museum yang ada di daerah istimewa ini.

1. Monumen Jogja Kembali (Monjali)
Monumen yang terletak di Jalan Lingkar Utara, Ngaglik, Sleman ini merupakan salah satu
museum sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Monumen Jogja Kembali berisikan
replika, foto, dokumen asli, berbagai jenis senjata yang digunakan pada masa kolonial,
serta dokar yang pernah digunakan oleh Panglima Besar Jendral Soedirman saat itu.
Monjali terdiri dari tiga lantai serta telah dilengkapi dengan ruang perpustakannya.

2. Museum Affandi
Affandi merupakan salah satu maestro seni lukis yang mengusung gaya ekspresionisme
di Indonesia. Museum Affandi ini merupakan rumah dari koleksi hasil karya sanga maestro
tersebut. Museum yang berlokasi di Jalan Laksda Adisucipto tersebut menampilkan
lukisan Affandi secara kronologis dan terkurasi dengan baik sesuai dengan kisah
perjalanan hidupnya. Di museum inilah tempat peristirahatan terakhir Affandi bersama
karya-karyanya

3. De Mata Trick 3D Museum
Ini merupakan salah satu museum yang sangat instaworthy dan seru di Yogyakarta.
Museum ini adalah museum 3 dimensi sehingga Anda dapat melihat ratusan gambar dan
lukisan tipuan mata yang membuat pengalaman Anda datang ke museum tidak akan
terlupakan. Museum 3D ini merupakan museum 3D pertama di Yogyakarta dan
merupakan museum terbesar di dunia karena memiliki banyak koleksi karena
memamerkan 120 buah karya dengan berbagai ukuran yang variatif.

4. Museum Batik Yogyakarta
Belum sahih rasanya bila tidak mengunjungi dan melihat kisah batik dari Yogyakarta.
Museum yang terletak di Jalan Dr Sutomo ini telah menyimpan lebih dari 1.200 koleksi batik yang mampu membuat Anda takjub akan kekayaan batik Nusantara. Museum batik
ini memiliki sekitar 500 lembar kain batik tulis, 124 canting, 35 wajan, serta 560 batik cap.

5. Benteng Vrederburg
Museum ini pada awalnya merupakan benteng yang berdiri pada masa penjajahan
Belanda. Berlokasi di jantung kota Yogya membuat museum ini sangat mudah ditemukan
dan patut Anda kunjungi untuk menggali lebih dalam mengenai sejarah kota Yogyakarta.
Dalam museum ini terdapat beberapa koleksi foto, seragam, dan juga peninggalan para
penjajah yang telah dikurasi dengan baik sesuai cerita dan kronologisnya. Selain barang-
barang peninggalan tersebut, museum ini juga memberikan penjelasan mengenai sejarah
perjuangan bangsa Indonesia dalam bentuk diorama yang dapat mudah dimengerti oleh
semua kalangan dan semua umur.

6. Museum Bahari Yogyakarta
Museum yang didirikan pada 2009 lalu ini memiliki sejumlah koleksi peninggalan yang
berhubungan dengan kelautan atau bahari. Eksterior museum ini memang didesain
menyerupai ruang komando kapal tempat kemudi nahkoda berada. Selain menunjukkan
koleksi barang-barang tersebut, museum ini juga terdapat ruang audiovisual sehingga
Anda dapat menyaksikan fil dokumenter mengenai dunia maritim Indonesia, mulai pada
zaman Presiden Soekarno hingga saat ini.

LEAVE A REPLY