Kurang Tidur Berisiko Diabetes dan Obesitas

YANGMUDA.COM, London – Sebuah penemuan menunjukkan bahwa orang – orang yang kurang tidur dapat menimbulkan kegemukan dan meningkatkan risiko diabetes.

Mengutip dari zeenews, Senin (31/07/2017), orang yang hanya tidur 6 jam setiap malam telah diukur pinggagnya 3 cm lebih besar daripada orang yang mendapatkan tidur sekitar 9 jam setiap malam.

Anda termasuk orang yang kehilangan tidur pada malam hari? Hati-hati, Anda lebih cenderung menjadi kelebihan berat badan dan juga pada risiko mengembangkan diabetes. Orang-orang dengan lebih pendek tidur mereka juga lebih berat badannya.

Hasil memperkuat bukti-bukti yang kurang tidur dapat berkontribusi pada pengembangan metabolik penyakit seperti diabetes.

“Jumlah orang dengan obesitas di seluruh dunia memiliki lebih dari dua kali lipat sejak tahun 1980. Obesitas berkontribusi pada pengembangan berbagai penyakit, terutama diabetes tipe 2. Memahami mengapa orang mendapatkan berat badan memiliki implikasi penting bagi kesehatan masyarakat,”kata Greg Potter dari University of Leeds, UK.

Untuk penelitian ini, rinci dalam jurnal PLOS ONE, tim melibatkan 1,615 orang dewasa yang melaporkan berapa lama mereka tidur dan menyimpan catatan dari asupan makanan.

Lebih jauh, orang-orang dengan durasi tidur yang lebih pendek juga memiliki penurunan kadar kolesterol HDL–juga dikenal sebagai kolesterol baik–yang membantu menghilangkan lemak buruk dari sirkulasi dan melindungi terhadap kondisi seperti penyakit jantung.

“Karena kita menemukan bahwa orang dewasa yang dilaporkan tidur kurang dari rekan-rekan mereka yang lebih cenderung menjadi kelebihan berat badan atau obesitas, temuan kami menyoroti pentingnya mendapatkan cukup tidur. Berapa banyak tidur yang kita perlu berbeda antara masyarakat, tetapi saat ini konsensus adalah bahwa tujuh sampai sembilan jam adalah yang terbaik bagi kebanyakan orang dewasa,” ujar Laura Hardie, seorang pembaca di Universitas.(tka)

LEAVE A REPLY