UnYUZUal Trip Film Festival Ajak Generasi Milenial Ekspresikan Karya Lewat Film Pendek

YANGMUDA.COM, Jakarta-Era digital saat ini memberi ruang ekspresi secara terbuka bagi generasi milenial lewat media sosial. Generasi milenial seolah saling berlomba mengekspresikan petualangan mereka dalam bentuk audio visual, dengan gaya yang tentu saja kekinian. Platform sosial media menjadi sarana tanpa batas untuk saling berbagi kisah mengungkap beragam kekayaan alam dan budaya Indonesia.

 

Fenomena positif ini menginspirasi digelarnya festival film pendek bertajuk “UnYUZUal Trip Film Festival”. Ajang ini memberikan ruang berkarya sekaligus bentuk apresiasi terhadap kreativitas generasi milenial dalam mendokumentasikan saat menjelajah Indonesia.

 

“UnYUZUal Trip Film Festival ini terinspirasi dari generasi muda saat ini yang punya semangat positif untuk saling berbagi cerita tentang berbagai tempat di pelosok-pelosok Indonesia yang punya keindahan alam yang luar biasa,” kata Ita Sembiring, Produser UnYUZUal Trip Film Festival dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/3/2018).

 

Ita mengatakan, karya-karya mereka selama ini hanya disampaikan melalaui sosial media. Belum ada wadah yang memberi apresiasi sebagai bentuk penghargaan dan penyemangat kreator-kreator muda dalam berkarya. Padahal, trend positif yang dibangun lewat karya audio visual ini memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan sektor pariwisata Indonesia.

 

“Lewat UnYUZUal Trip Film Festival, kami ingin mengajak kaum muda untuk lebih ekspresif dalam menuangkan ide-ide mereka menjadi sebuah karya yang bermanfaat. Melalui sarana film, karya-karya mereka diharapkan juga mengangkat keindahan alam dan budaya Indonesia yang sangat luar biasa ini,” papar Ita Sembiring.

 

Brand Manager YUZU Tea Yose Moriza mengatakan, film pendek merupakan sarana yang sangat efektif dan digemari generasi muda saat ini untuk berbagi cerita tentang eksplorasi keindahan Indonesia. UnYUZUal Trip Film Festival diharapkan menjadi dorongan semangat generasi muda untuk terus menghasilkan karya yang mampu memberikan dampak kecintaan terhadap kekayaan alam dan budaya Indonesia.

 

“UnYUZUal Film Festival ingin berbagi semangat dengan generasi muda yang ingin mengembangkan kreativitas mereka melalui film pendek. Melalui film pendek, mereka tidak hanya sekedar menuangkan cerita dan ide, tapi juga mengekspresikan kecintaan terhadap Tanah Air Indonesia,” kata Yose Moriza.

 

Yose menambahkan, YUZU TEA sebagai penyelenggara dari event ini berkomitmen mendukung insan-insan kreatif yang fokus dengan ide dan karya mereka serta mewujudkannya juga dengan cara-cara yang tak biasa (UnYUZUal).

 

Menariknya, ajang ini memberikan hadiah total senilai Rp 25 juta. UnYUZUal Trip Film Festival menjadi semakin bergengsi karena melibatkan sejumlah juri yang merupakan sineas dan aktor film kenamaan. Mereka adalah Darius Sinathrya (aktor Indonesia), Leonard Anthony (travel blogger Indonesia) dan Kamila Andini (sutradara Indonesia).

 

Informasi lebih lanjut mengenai UnYUZUal Trip Film Festival dapat mengakses melalui www.yuzu.co.id/UnYUZUalTrip dan kemudian mengisi formulir pendaftaran. Sebelumnya, setiap peserta harus lebih dulu mengunggah video tersebut ke akun Youtube-nya dan mengatur privacy setting di channel Youtube dengan mode unlisted. Link video yang telah diunggah tersebut kemudian dilampirkan dalam formulir pendaftaran di www.yuzu.co.id/UnYUZUalTrip. Peserta juga boleh mengangkat lebih dari satu tempat wisata alam di Indonesia dengan tahun pembuatan/produksi video minimal 2016.

 

Sejumlah persyaratan harus dipenuhi untuk mengikuti kompetisi ini, yakni warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun, memiliki kartu identitas diri yang masih berlaku seperti kartu pelajar, KTP, SIM atau paspor, serta memiliki akun Youtube pribadi.

 

Untuk persyaratan teknisnya, setiap film yang disubmit harus berdurasi 3-5 menit (termasuk opening dan credit title) bertema “Menemukan Indonesia”. Genre filmnya bisa video dokumenter, video non fiksi, atau video travel. Format video harus MP4, HD dengan resolusi 1920 x 1080 px. Setiap karya harus orisinil dan belum pernah dipublikasikan secara komersil. Tidak sedang mengikuti perlombaan di tempat lain, dan tidak terikat status kontrak dengan pihak lain.

LEAVE A REPLY